Tong Belajar Gelar Diseminasi Hasil Kajian Pemetaan OMS di Tanah Papua

Jayapura – Program Penguatan Kapasitas LSM/OMS Platform \'Tong Belajar\' menyelenggarakan diseminasi hasil kajian pemetaan potensi dan kebutuhan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) di Tanah Papua pada Jumat, 23 Januari 2026 di Hotel Horizon Kotaraja, Jayapura.

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini menghadirkan 60 peserta, terdiri dari 30 peserta luring dan 30 peserta daring yang terhubung dari 5 simpul di Tanah Papua, dibuka pukul 09.30 WIT dan ditutup pukul 16.30 WIT. Para peserta berasal dari perwakilan OMS/LSM berbagai kabupaten, akademisi, peneliti, pemerintah daerah, kelembagaan agama, lembaga donor, serta tokoh masyarakat dan adat.

Dalam sambutannya, Irianto Jacobus menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya memperkuat ekosistem gerakan sipil di Papua. "Organisasi Masyarakat Sipil di Tanah Papua memiliki peran krusial dalam pembangunan berkelanjutan, pendampingan masyarakat adat, serta pengawasan kebijakan publik," ujarnya.

Empat Dekade Gerakan OMS Papua

Pergerakan LSM/OMS di Papua telah memasuki empat dekade sejak era 1980-an. Beberapa LSM besar seperti YPMD yang berpusat di Jayapura dan YASANTO di Merauke menjadi pelopor sebagai mitra pembangunan pemerintah yang berperan aktif mengatasi masalah sosial ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat kampung.

Setelah tahun 1980-an, pertumbuhan OMS semakin menguat dengan berbagai dinamika yang terjadi.

Paparan Hasil Kajian

Rory Marwani dari tim peneliti memaparkan hasil kajian pemetaan potensi OMS dalam sesi pertama. Dilanjutkan oleh Fientje S. Jarangga yang menyampaikan temuan mengenai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi OMS di Tanah Papua. Kedua sesi ini difasilitasi oleh Jackson Yumame dan Irianto Jacobus.

Salah satu highlight kegiatan adalah pemaparan design Website \'Tong Belajar\' oleh Wolly Siep yang akan menjadi media informasi, komunikasi, dan pembelajaran bersama bagi komunitas OMS di Papua.

Diskusi Kelompok dan Rekomendasi

Peserta dibagi dalam tiga kelompok untuk mendiskusikan masukan terhadap hasil kajian dan strategi penguatan kapasitas OMS. Diskusi yang difasilitasi Irianto Jacobus menghasilkan berbagai rekomendasi strategis untuk memperkuat peran OMS di Tanah Papua.

Irianto Jacobus selaku Penanggung Jawab Tong Belajar Papua yang menjadi fasilitator menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun jaringan dengan stakeholder guna mendukung program penguatan kapasitas OMS/LSM Papua yang lebih tepat sasaran.

Membangun Sinergi Menuju Ekosistem Gerakan Sipil yang Lebih Sehat

Kegiatan yang diorganisir oleh Tim \'Tong Belajar\' dengan dukungan mitra LSM/OMS/CSO Papua ini diharapkan dapat menjadi langkah awal membangun sinergi antar stakeholder, merancang program penguatan kapasitas yang tepat sasaran, serta mendukung ekosistem gerakan sipil yang lebih sehat di Papua.

 

Dokumen hasil kajian dan masukan dari peserta akan menjadi bahan penyusunan laporan final yang akan menjadi rujukan strategis bagi penguatan peran OMS/LSM di Tanah Papua ke depan.